Mendidik Remaja Secara Islami


Rubrik Remaja-Islami.jpg Diantara sekian banyak persoalan yang mengganggu kebahagiaan hidup, adalah masalah hubungan orang tua dengan anaknya yang telah remaja dan dewasa itu. Tidak jarang kita mendengar keluhan seorang ibu yang berkata: “Dulu sewaktu anak-anak saya masih kecil-kecil, hati saya senang, walaupun lelah, sibuk dan kurang tidur.

Tapi sekarang hati saya sedih walaupun badan saya senang, tidak sibuk, tidur cukup karena merasa tidak ada anak yang santun dan sayang kepada saya.” Bahkan ada juga orang tua yang merasa anaknya sudah dewasa dan remaja itu tiba-tiba menjadi nakal, suka melawan, tidak mau patuh dan sering menyusahkan orang tua yaitu menyalahkan kedudukan orang tua, dengan berbagai kelakuannya.
Dan tidak sedikit pula para remaja, merasa kurang bahwa orang tuanya tidak mau mengerti perasaannya, tidak mengindahkan kebutuhannnya dan lain sebagainya. Sehingga mereka menjadi bingung, cemas dan gelisah dengan demikian tidak mampu menghadapi persoalan hidup sebagai seorang remaja. Dalam suasana kecemasan dan kegelisahan itulah mereka mudah terkena pengaruh yang tidak baik dari luar, maka mereka menjadi frustasi dan fatal akibatnya kalau tidak cepat ditanggulangi.
Apalagi kalau kita lihat sekarang ini, makin banyak kenyataan hidup yang tidak menyenangkan terutama dalam masyarakat maju dan modern ini, dimana agama tidak lagi diindahkan, mungkin akibat teknologi modern yang tidak disertai dengan agama, sehingga dengan keadaan itu mendorong orang untuk berbuat dan menghargai sesuatu yang tidak ada manfaatnya.
Keluarga dan rumah, merupakan pelabuhan yang aman dan tambatan yang kokoh bagi setiap anggota keluarga, terutama remaja. Ayah, ibu dan anak-anak adalah suatu basis dimana secara teratur dan harmonis seluruh keluarga berkumpul untuk berkomunikasi dan berbincang-bincang baik dalam hal yang menggembirakan ataupun ketika sedang menghadapi kesulitan.
Keluarga adalah merupakan kesatuan daripada masyarakat kecil, yang mempunyai motivasi dan tujuan hidup tertentu, dimana ayah, ibu dan anak-anak mempunyai fungsi dan tanggung jawab saling mengisi, baik eksistensi ataupun keselamatan dari persekutuan hidup itu.
Dalam ajaran Islam, cara mendidik anak yang diajarkan Allah SWT kepada anak terdapat dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 13 s/d 19 yang dapat kita simpulkan sebagai berikut :
1. Menanamkan jiwa tauhid
2. Menghargai dan menghormati orang tua.
3. Memelihara dan memperlakukan orang tua dengan baik.
4. Kejujuran, bahwa tidak ada satupun yang dapat disembunyikan dihadapan Allah SWT.
5. Supaya mendirikan sholat dan ibadah lain.
6. Mengajak kepada perbuatan baik dan mencegah perbuatan munkar.
7. Supaya bersabar.
8. Melarang keangkuhan dan kesombongan dalam pergaulan.
9. Sederhana dalam sikap, berjalan dan berbicara.
Oleh karena itu pembinaan generasi harus dimulai dari sedini mungkin, dengan demikian kita menciptakan insan pembangunan, yang kreatif, produktif dan taqwa kepada Allah SWT, yang mampu tanding ke gelanggang walau seorang untuk membela bangsa, negara, dan agama.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: